Duniaku Dunia Buku

25 April 2008

Ahmadiyah; Anjing Hitam Tunggangan Siapa?

Diarsipkan di bawah: Aliran Sesat, Gelitik Politik — Smart Publishing @ 1:49 am
Tags: ,
Orang mungkin bertanya, mengapa kasus Ahmadiyah baru muncul baru-baru ini? Padahal, organisasi parasit ini telah mendiami bumi Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu, dengan identitas dan atribut organisasi yang mencolok dan terang-terangan.
Ahmadiyah tidak lebih seperti pengemis gila yang mengaku diri bagian dari orang waras, dan tinggal serta membaur dengan kelompok orang-orang waras. Saya katakan sebagai pengemis karena dia mengaku diri sebagai bagian dari Islam tetapi dengan akidah yang melenceng; saya juga mengatakannya sebagai gila karena sudah jelas akidahnya tidak sama dengan Islam tetapi tetap mengaku-ngaku diri sebagai bagian dari umat Islam.

Ahmadiyah memiliki tradisi yang paling memuakkan di kalangan orang Islam Indonesia. Mereka mempunyai masjid sendiri dan tidak boleh dijadikan tempat shalat orang Islam di luar kelompok mereka. Bila orang Islam lain shalat di tempat itu, mereka akan mencuci tempat shalatnya sebanyak tujuh kali cucian dan sekali dicuci dengan debu. Artinya: MEREKA MENYAMAKAN DERAJAT ORANG ISLAM DI LUAR KELOMPOK MEREKA SEPERTI ANJING. Ini adalah fakta yang banyak terjadi di kampung-kampung pedalaman jawa, masyarakat lebih mengetahui hal itu. Seandainya mereka tidak mempunyai perlakuan yang menyakitkan terhadap orang lain, mana mungkin mereka akan diusik???

MUI dan BAKORPAKEM mengeluarkan fatwa sesat untuk Ahmadiyah. Apa arti fatwa itu? Ahmadiyah telah melecehkan akidah Islam dan bukan bagian dari Islam. Apa reaksi orang-orang Ahmadiyah? Mereka melawan dan menantang dialog bahwa, akidah mereka adalah Islam dan sama dengan umat Islam lainnya. Di media, mereka berkoar-koar bahwa mereka adalah bagian dari umat Islam, tetapi tidak pernah mengungkit perbedaan keyakinan mereka tentang kenabian Mirza Ghulam Ahmad, aneh bukan? Persamaannya dinyanyikan dengan lantang, tetapi inti masalah yang sangat krusialnya disembunyikan. Jelas… mereka adalah harimau berbulu domba, harus ditelusuri, siapa yang berada di belakang mereka?

Dalam sebuah dialog di Trans7, dihadirkan Ketua Dewan Syariah Nasional KH. Ma’ruf Amin, Juru Bicara Ahmadiyah (yang sering nongol di tivi menyanyikan lagu kesamaan itu, tetapi menyembunyikan inti perbedaannya itu, alias icon peran “harimau berbulu domba”-nya), dan Qomaruddin Hidayat. Orang terakhir ini, Mas Komeng (sapaan akrab Qomaruddin Hidayat), memang terkenal plin-plan. Di satu sisi, dia adalah seorang intelektual muslim, tetapi di sisi lain membuat bingung. Si Komeng ini mengatakan, mengapa MUI harus sampai menyeret pemerintah untuk ikut campur dalam masalah agama Islam? Ini kan masalah internal umat Islam, mengapa polisi, menteri, dan presiden sampai diseret-seret harus turun tangan? Aneh kan? Seorang yang dikenal cendekiawan begitu tololnya mengatakan ungkapan seperti itu. Padahal Mas Komeng ini tahu bahwa Indonesia ini adalah negara hukum, dan masalah keyakinan beragama serta aliran kepercayaan telah diatur ketentuannya dalam undang-undang. Lah sekarang dia malah ngomong “ngapai harus sampai menyeret pemerintah?”… Akal mas komeng terlalu tolol di puncak Kecendekiawanannya… he he heee…

Usaha Mengalihkan Perhatian?

Mengapa baru sekarang Ahmadiyah ramai dibicarakan?
Para politisi Indonesia memang banyak berguru kepada kakek-kakek mereka di negara-negara entah berantah yang bermain politik tanpa etika. Banyak kasus-kasus politik yang krusial di negeri ini seperti kemelut hasil pilkada Maluku Utara yang “aneh”. Ini adalah sebuah fakta pemerintah Indonesia telah “MENJADI ANJING” peliharaan Amerika seperti Australia. Tindakan pemerintah Indonesia terhadap hasil pilkada Maluku Utara benar-benar memberikan gambaran yang jelas BETAPA BUSUKNYA OTAK PEMERINTAH INDONESIA SAAT INI.

Seorang calon kepala daerah yang sudah jelas-jelas memperoleh suara terbanyak lewat pemilu yang demokratis, dan itu telah diakui oleh KPUD setempat, oleh pemerintah pusat dimentahkan lagi dan tidak dibenarkan. Hasilnya? Kerusuhan dan tindakan anarkis masa kembali terjadi di wilayah yang telah lama menjerit oleh pertikaian antar kelompok itu. Sikap ini sama persis seperti yang dilakukan Amerika Serikat terhadap hasil Pemilu Demokratis yang berlangsung di Palestina. MAKA PEMERINTAH INDONESIA, SUDAH MENJADI ANJING PIARAAN AMERIKA, sikap dan keanehan kebijakannya sudah terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan ideologi tertentu.

Sekarang, tindakan anarkis terhadap Ahmadiyah pun akan terjadi. Tinggal menunggu waktu saja. Mereka mengatakan kenapa harus dengan kekerasan?

No Comments Yet »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.