<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Duniaku Dunia Buku</title>
	<atom:link href="http://klikbuku.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://klikbuku.wordpress.com</link>
	<description>Absolutely Inspiring Your Mind</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Apr 2008 06:06:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='klikbuku.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Duniaku Dunia Buku</title>
		<link>http://klikbuku.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://klikbuku.wordpress.com/osd.xml" title="Duniaku Dunia Buku" />
	<atom:link rel='hub' href='http://klikbuku.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Gaya Marketing Penerbit Pelit</title>
		<link>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/25/gaya-marketing-penerbit-pelit/</link>
		<comments>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/25/gaya-marketing-penerbit-pelit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 06:06:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Publishing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Book Marketting]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbitan Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Marketting]]></category>
		<category><![CDATA[Pemasaran Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikbuku.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Kata orang, kalau mau sukses berbisnis, kamu harus pelit. Kalau tidak pelit, kamu akan rugi. Kalau rugi, bisnismu akan bangkrut. Penerbit Islam di Indonesia sangat banyak, sementara penerbit non-Islam tidak banyak dan bisa dihitung dengan jari. Tetapi, banyaknya jumlah penerbit Islam tidak lantas berarti mereka punya kekuatan untuk mengendalikan pasar buku. Ironis memang, penerbit Islam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=11&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kata orang, kalau mau sukses berbisnis, kamu harus pelit. Kalau tidak pelit, kamu akan rugi. Kalau rugi, bisnismu akan bangkrut.</p></blockquote>
<p>Penerbit Islam di Indonesia sangat banyak, sementara penerbit non-Islam tidak banyak dan bisa dihitung dengan jari. Tetapi, banyaknya jumlah penerbit Islam tidak lantas berarti mereka punya kekuatan untuk mengendalikan pasar buku. Ironis memang, penerbit Islam yang mayoritas tidak punya kekuatan untuk &#8220;menguasai&#8221; dan &#8220;mengendalikan&#8221; pasar. Justru yang mengendalikan pasar adalah, Gramedia, Gunung Agung, Tri Media, Karisma, dan toko-buku besar lainnya, yang mungkin hanya Gunung Agung yang merupakan milik orang Islam.<span id="more-11"></span></p>
<p>Kalau dikembalikan kepada sebuah ungkapan dari sabda Rasulullah saw., bahwa umat Islam akan tercabik-cabik oleh musuh. Walaupun saat itu jumlah mereka banyak, tetapi mereka bagaikan buih yang dipermainkan gelombang lautan. Penerbit Islam saat ini telah mengalami hal itu, banyaknya jumlah mereka tidak mamiliki kekuatan untuk mengendalikan harga dan pasar buku di Indonesia.</p>
<p>Ada beberapa penerbit Islam yang dulunya tidak pelit, tetapi setelah semakin besar semakin pelit. Contohnya GIP dan Mizan. Kedua penerbit ini adalah penerbit dengan tingkat egoisme paling tinggi di antara penerbit Islam di Indonesia. Entah siapa yang mereka tiru, tetapi memang begitulah kenyataannya. Gambaran kepelitannya terbaca dari sistem pemasaran dengan diskon yang sangat kecil untuk para agen dan distributor. Mereka lebih mengandalkan Gramedia, Gunung Agung, Karisma, dan toko buku-toko buku besar untuk pemasaran buku mereka. Sehingga distributor-distributor kecil yang sebenarnya punya pangsa pasar yang lebih besar dan lebih luas dari toko buku-toko buku besar itu, diabaikan dan diberi diskon sangat kecil. Hasilnya, kalau Anda mendatangi gudang buku mereka, Anda akan melihat tumpukan buku yang sangat banyak, karena penjualan mereka hanya bertumpu pada order dari toko buku-toko buku besar.</p>
<p><strong>Apakah Hanya Orang Kaya yang Boleh Pintar?</strong></p>
<p>Toko buku besar memang memiliki pasar yang cukup segmentatif, kalangan menengah ke atas, dengan daya beli yang lebih kuat. Namun, para penerbit itu tidak menyangka bahwa kelas menengah ke bawah adalah potensi pasar yang lebih prospektif dan lebih luas untuk digarap. Tetapi naluri pemasaran mereka mungkin terlalu tinggi sehingga agen kecil tidak mendapatkan jatah diskon seperti yang diperoleh toko buku besar.</p>
<p>Ada hal yang aneh mengapa penerbit-penerbit besar lebih fokus menggarap konsumen menengah atas dengan lebih banyak mamasok buku-buku terbitan mereka ke Gramedia, Gunung Agung, Karisma, dll. Sistem pembayaran mereka adalah &#8220;konsinyasi&#8221; dengan sistem pembayaran pertiga bulan sekali. Hal ini tentu sangat menguntungkan toko buku dan sangat merugikan bagi penerbit, karena modal mereka tertimbun cukup lama di toko buku.</p>
<p>Memang mereka mempunyai modal yang cukup besar sehingga operasional penerbitan tetap berjalan, meski sistem pembayaran triwulanan dari toko buku-toko buku besar. Namun, agen-agen buku kecil tidak &#8220;sejahat&#8221; toko buku besar dalam hal pembelian buku ke penerbit. Mereka banyak yang membeli dengan sistem kredit, atau bayar tunai. Bila pemasokan buku ke toko buku besar memiliki resiko retur (pengembalian barang) baik bukunya dalam keadaan sudah rusak (bukan karena cacat produksi, tetapi karena lama menumpuk di toko buku), atau pun bukunya dalam kondisi baik. Tidak demikian halnya dengan sistem afiliasi dengan agen-agen buku kecil, karena mereka lebih sering membeli dengan sistem tunai, atau kredit.</p>
<p><strong>Trauma Pemasaran</strong></p>
<p>Mungkin penerbit besar itu punya &#8220;trauma&#8221; masa lalu dengan agen-agen kecil. Pertama mereka titip jual dengan sistem konsinyasi, tetapi setelah barang habis tidak juga dibayar. Administrasi pembelian agen dan distributor kecil tidak seprofesional toko buku-toko buku besar. Sehingga kenyamanan finansial lebih terjamin.</p>
<p>Akan tetapi, dalam ilmu psikologi pemasaran, &#8220;trauma&#8221; seperti itu tidak seharusnya menjadi alasan dan dipendam terlalu lama, karena bisa menumpulkan otak dalam menyusun strategi pemasaran yang lebih jitu dan memiliki target marketting yang lebih luas. Trauma itu, adalah suatu kondisi penyakit jiwa yang harus diobati, bukan dipelihara, karena dalam teori pemasaran, semakin banyak produk tersebar, potensi lakunya pun semakin besar.</p>
<p>Gaya marketting yang individualis, egois, dan mau kaya sendiri, bukanlah cara tepat untuk memenangkan persaingan. Tetapi mungkin itulah cara cepat Penerbit Islam untuk menjadi kaya dan besar secara materi. Akan tetapi, gaya itu punya kelemahan yang cukup berbahaya, yaitu: menumpuknya buku di gudang, dan kinerja pemasaran tidak optimal, serta keuntungan yang diperoleh pun tidak maksimal.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikbuku.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikbuku.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikbuku.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikbuku.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikbuku.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikbuku.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klikbuku.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klikbuku.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klikbuku.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klikbuku.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikbuku.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikbuku.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikbuku.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikbuku.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikbuku.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikbuku.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=11&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/25/gaya-marketing-penerbit-pelit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3818e1f7651f81fc0511a5895d517216?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Smart Publishing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ahmadiyah; Anjing Hitam Tunggangan Siapa?</title>
		<link>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/25/ahmadiyah-anjing-hitam-tunggangan-siapa/</link>
		<comments>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/25/ahmadiyah-anjing-hitam-tunggangan-siapa/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Apr 2008 01:49:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Publishing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aliran Sesat]]></category>
		<category><![CDATA[Gelitik Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmadiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/25/ahmadiyah-anjing-hitam-tunggangan-siapa/</guid>
		<description><![CDATA[Orang mungkin bertanya, mengapa kasus Ahmadiyah baru muncul baru-baru ini? Padahal, organisasi parasit ini telah mendiami bumi Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu, dengan identitas dan atribut organisasi yang mencolok dan terang-terangan. Ahmadiyah tidak lebih seperti pengemis gila yang mengaku diri bagian dari orang waras, dan tinggal serta membaur dengan kelompok orang-orang waras. Saya katakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=10&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><span style="font-family:arial;">Orang mungkin bertanya, mengapa kasus Ahmadiyah baru muncul baru-baru ini? Padahal, organisasi parasit ini telah mendiami bumi Indonesia sejak puluhan tahun yang lalu, dengan identitas dan atribut organisasi yang mencolok dan terang-terangan. </span></div>
<div><span style="font-family:arial;">Ahmadiyah tidak lebih seperti pengemis gila yang mengaku diri bagian dari orang waras, dan tinggal serta membaur dengan kelompok orang-orang waras. Saya katakan sebagai pengemis karena dia mengaku diri sebagai bagian dari Islam tetapi dengan akidah yang melenceng; saya juga mengatakannya sebagai gila karena sudah jelas akidahnya tidak sama dengan Islam tetapi tetap mengaku-ngaku diri sebagai bagian dari umat Islam.</span><span id="more-10"></span></div>
<div>
<p><span style="font-family:arial;">Ahmadiyah memiliki tradisi yang paling memuakkan di kalangan orang Islam Indonesia. Mereka mempunyai masjid sendiri dan tidak boleh dijadikan tempat shalat orang Islam di luar kelompok mereka. Bila orang Islam lain shalat di tempat itu, mereka akan mencuci tempat shalatnya sebanyak tujuh kali cucian dan sekali dicuci dengan debu. Artinya: MEREKA MENYAMAKAN DERAJAT ORANG ISLAM DI LUAR KELOMPOK MEREKA SEPERTI ANJING. Ini adalah fakta yang banyak terjadi di kampung-kampung pedalaman jawa, masyarakat lebih mengetahui hal itu. Seandainya mereka tidak mempunyai perlakuan yang menyakitkan terhadap orang lain, mana mungkin mereka akan diusik???</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">MUI dan BAKORPAKEM mengeluarkan fatwa sesat untuk Ahmadiyah. Apa arti fatwa itu? Ahmadiyah telah melecehkan akidah Islam dan bukan bagian dari Islam. Apa reaksi orang-orang Ahmadiyah? Mereka melawan dan menantang dialog bahwa, akidah mereka adalah Islam dan sama dengan umat Islam lainnya. Di media, mereka berkoar-koar bahwa mereka adalah bagian dari umat Islam, tetapi tidak pernah mengungkit perbedaan keyakinan mereka tentang kenabian Mirza Ghulam Ahmad, aneh bukan? Persamaannya dinyanyikan dengan lantang, tetapi inti masalah yang sangat krusialnya disembunyikan. Jelas&#8230; mereka adalah harimau berbulu domba, harus ditelusuri, siapa yang berada di belakang mereka?</span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Dalam sebuah dialog di Trans7, dihadirkan Ketua Dewan Syariah Nasional KH. Ma’ruf Amin, Juru Bicara Ahmadiyah (yang sering nongol di tivi menyanyikan lagu kesamaan itu, tetapi menyembunyikan inti perbedaannya itu, alias icon peran “harimau berbulu domba”-nya), dan Qomaruddin Hidayat. Orang terakhir ini, Mas Komeng (sapaan akrab Qomaruddin Hidayat), memang terkenal plin-plan. Di satu sisi, dia adalah seorang intelektual muslim, tetapi di sisi lain membuat bingung. Si Komeng ini mengatakan, mengapa MUI harus sampai menyeret pemerintah untuk ikut campur dalam masalah agama Islam? Ini kan masalah internal umat Islam, mengapa polisi, menteri, dan presiden sampai diseret-seret harus turun tangan? Aneh kan? Seorang yang dikenal cendekiawan begitu tololnya mengatakan ungkapan seperti itu. Padahal Mas Komeng ini tahu bahwa Indonesia ini adalah negara hukum, dan masalah keyakinan beragama serta aliran kepercayaan telah diatur ketentuannya dalam undang-undang. Lah sekarang dia malah ngomong “ngapai harus sampai menyeret pemerintah?”&#8230; Akal mas komeng terlalu tolol di puncak Kecendekiawanannya&#8230; he he heee&#8230;</span></p>
<p><strong><span style="font-family:arial;">Usaha Mengalihkan Perhatian?</span></strong></p>
<p><span style="font-family:arial;">Mengapa baru sekarang Ahmadiyah ramai dibicarakan? </span><br />
<span style="font-family:arial;">Para politisi Indonesia memang banyak berguru kepada kakek-kakek mereka di negara-negara entah berantah yang bermain politik tanpa etika. Banyak kasus-kasus politik yang krusial di negeri ini seperti kemelut hasil pilkada Maluku Utara yang “aneh”. Ini adalah sebuah fakta pemerintah Indonesia telah “MENJADI ANJING” peliharaan Amerika seperti Australia. Tindakan pemerintah Indonesia terhadap hasil pilkada Maluku Utara benar-benar memberikan gambaran yang jelas BETAPA BUSUKNYA OTAK PEMERINTAH INDONESIA SAAT INI. </span></p>
<p><span style="font-family:arial;">Seorang calon kepala daerah yang sudah jelas-jelas memperoleh suara terbanyak lewat pemilu yang demokratis, dan itu telah diakui oleh KPUD setempat, oleh pemerintah pusat dimentahkan lagi dan tidak dibenarkan. Hasilnya? Kerusuhan dan tindakan anarkis masa kembali terjadi di wilayah yang telah lama menjerit oleh pertikaian antar kelompok itu. Sikap ini sama persis seperti yang dilakukan Amerika Serikat terhadap hasil Pemilu Demokratis yang berlangsung di Palestina. MAKA PEMERINTAH INDONESIA, SUDAH MENJADI ANJING PIARAAN AMERIKA, sikap dan keanehan kebijakannya sudah terkontaminasi oleh kepentingan-kepentingan ideologi tertentu.</span></p>
<p><span style="font-family:arial;"> Sekarang, tindakan anarkis terhadap Ahmadiyah pun akan terjadi. Tinggal menunggu waktu saja. Mereka mengatakan kenapa harus dengan kekerasan? </span></p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikbuku.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikbuku.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikbuku.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikbuku.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikbuku.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikbuku.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klikbuku.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klikbuku.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klikbuku.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klikbuku.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikbuku.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikbuku.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikbuku.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikbuku.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikbuku.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikbuku.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=10&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/25/ahmadiyah-anjing-hitam-tunggangan-siapa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3818e1f7651f81fc0511a5895d517216?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Smart Publishing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fauzi Bowo dan Lubang Jalan Raya</title>
		<link>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/24/fokelubang/</link>
		<comments>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/24/fokelubang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Apr 2008 06:26:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Publishing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gelitik Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Fauzi Bowo]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi Rakyat Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikbuku.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Katimin, 35 tahun, adalah salah seorang petugas kurir yang setiap hari mondar mandir keliling jakarta. Dengan sepeda motor Honda Supra X125 baru miliknya, setiap hari dia mengunjungi alamat-alamat yang telah menjadi langganan tetapnya untuk pengiriman barang ke tempat-tempat yang mereka inginkan. Hampir setiap ruas jalan dari ujung barat jakarta sampai ke ujung timur telah dia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=9&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Katimin, 35 tahun, adalah salah seorang petugas kurir yang setiap hari mondar mandir keliling jakarta. Dengan sepeda motor Honda Supra X125 baru miliknya, setiap hari dia mengunjungi alamat-alamat yang telah menjadi langganan tetapnya untuk pengiriman barang ke tempat-tempat yang mereka inginkan. Hampir setiap ruas jalan dari ujung barat jakarta sampai ke ujung timur telah dia lalui. Dia sudah hafal semua jalan, berikut lekak lekuk kelokannya. Meski begitu, ada satu hal yang paling menyebalkan bagi dirinya, yaitu, apabila dia sedang ngebut dengan motor barunya, dia tanpa sadar menabrak lubang-lubang besar, jalanan yang tidak rata, sampai tanah liat yang jatuh ke jalanan lalu membentuk benjolan besar yang mengeras. Kalau motor melewatinya, motor terasa seperti melewati polisi tidur kecil yang membuatnya terantuk-antuk.<span id="more-9"></span></p>
<p>&#8220;Waktu kampanye dulu, aku habis-habisan mendukung Foke dan Priyanto. Mas Gogon (bukan Gogon pelawak yang jadi budak narkoba itu loh&#8230;), preman Kampung Baru yang menjadi &#8220;Komandan&#8221; kampanye Foke mengajakku setengah memaksa, membuat aku tertarik mendukung Foke, apalagi tiap kampanye dikasih duit Rp. 50.000,-. Waah &#8230; aku tambah senang&#8230;&#8221; ujarnya saat mampir ke bengkel untuk setel velg motornya yang jari-jarinya pada bengkok gara-gara sering nabrak lobang.</p>
<p>&#8220;Sekarang aku sakit hati banget sama Foke. Pamanku yang jualan barang antik di pinggiran jalan Ahmad Yani Rawasari dia gusur. Padahal dia juga bareng dengan aku, keras mendukung Foke waktu kampanye loh&#8230; Eee&#8230; taunya setelah berkuasa, kita yang kecil disingkirin&#8230; sialan banget&#8230; Makanya, setiap kali aku ketemu lobang di jalanan, aku selalu bilang &#8216;Foke bangsat!&#8217;, kalau ketemu lagi &#8216;Foke keparat&#8217;, kalau ketemu lagi &#8216;Foke anjing&#8230;&#8217;&#8221; Ujarnya emosional.</p>
<p><strong>Rakyat Kecil yang Terkucil</strong></p>
<p>Politik itu memang kejam! Itulah ungkapan yang layak diucapkan untuk para penguasa pembohong, yang waktu kampanye bernyanyi lagu kepentingan rakyat, tetapi setelah mendapat kekuasaan menjadi pengkhianat terhadap rakyat kecil. Bagi yang punya nurani, akan miris melihat tangis ibu-ibu miskin yang rumahnya tergusur. Hati seperti tercabik-cabik melihat anak-anak kecil yang menangis melihat rumah-rumah mereka roboh digusur buldoser. Penggusuran dan pengusiran yang tidak memberikan alternatif solusi, memupuskan semua jerih payah dan kehidupan yang mereka bangun dengan air mata darah. Tetapi, bagi penguasa sombong, rintihan dan erangan mereka hanyalah &#8216;nyanyian merdu&#8217; sebuah proses kemajuan yang masih samar.</p>
<p>Pengusuran tetap akan berlangsung, selama belum ada &#8216;Revolusi Rakyat&#8217; yang menggulingkan sistem yang ada saat ini, dan membangun sebuah tatanan baru yang lebih berpihak pada rakyat kecil. Venezuela adalah contoh, serta negara-negara Amerika latin lainnya, banyak memberikan contoh bagi Rakyat bahwa mereka harus melakukan &#8216;Revolusi&#8217; untuk meraih supremasi mereka di tingkat pemerintahan.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikbuku.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikbuku.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikbuku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikbuku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikbuku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikbuku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klikbuku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klikbuku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klikbuku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klikbuku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikbuku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikbuku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikbuku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikbuku.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikbuku.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikbuku.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=9&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/24/fokelubang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3818e1f7651f81fc0511a5895d517216?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Smart Publishing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bau Busuk Sampah Reformasi</title>
		<link>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/baubusuksampahreformasi/</link>
		<comments>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/baubusuksampahreformasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 10:34:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Publishing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gelitik Politik]]></category>
		<category><![CDATA[reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikbuku.wordpress.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Tahun 1998, banyak kemelut terjadi di negeri ini. Mulai dari krisis moneter, hingga demonstrasi rusuh dan penjarahan, pasca lengsernya Pak Harto. Ada yang bernyanyi riang sambil menari ria; ada yang menangis pilu karena putra tercinta tewas ditembus peluru; ada yang berteriak lantang dengan sumpah serapah; ada yang diam-diam bergerilya memanfaat situasi yang tak terkendali, untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=8&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tahun 1998, banyak kemelut terjadi di negeri ini. Mulai dari krisis moneter, hingga demonstrasi rusuh dan penjarahan, pasca lengsernya Pak Harto. Ada yang bernyanyi riang sambil menari ria; ada yang menangis pilu karena putra tercinta tewas ditembus peluru; ada yang berteriak lantang dengan sumpah serapah; ada yang diam-diam bergerilya memanfaat situasi yang tak terkendali, untuk merebut kekuasaan. Semua peristiwa memilukan itu telah berlalu, tapi hingga kini penderitaan rakyat tidak pernah berakhir.<span id="more-8"></span></p>
<p>Semakin lama, reformasi yang dulu adalah sebuah &#8220;mimpi&#8221; indah kini telah menjadi sampah busuk yang tidak lagi dihiraukan oleh mereka yang dulu menari dan bernyanyi lagu reformasi.</p>
<p><strong>Hasil Reformasi</strong></p>
<p>Jika dulu kita bernyanyi lagu &#8220;reformasi&#8221;, tetapi kita lupa merencanakan &#8220;lirik&#8221; yang &#8220;awet&#8221; dan &#8220;tahan lama&#8221; supaya enak didengar sepanjang masa. Reformasi saat itu dinyanyikan oleh orang-orang pragmatis, yang memanfaatkan momentum reformasi untuk bercinta di toilet-toilet Gedung DPR/MPR, meninggalkan sampah kondom yang berserakan.</p>
<p>Ya&#8230; itulah gambaran reformasi itu&#8230;</p>
<p>Alih-alih menyumbat keran korupsi, tetapi orang-orang pintar negeri yang sudah ahli memanfaatkan situasi, semakin gesit mencari celah, sehingga keran korupsi bertambah banyak. Otonomi daerah yang bergulir sebagai buah dari reformasi, justru membuka keran-keran korupsi baru di tingkat daerah, dari gubernur sampai ketua RT, masing-masing punya &#8220;keran&#8221; sendiri-sendiri. Tidak heran kalau anggaran kesejahteraan untuk rakyat miskin yang seharusnya perorang mendapatkan Rp. 1.000.000,- hanya sampai ke mereka Rp. 100.000,-. Itu pun harus membayar biaya administrasi ini dan itu&#8230;</p>
<p>Reformasi sekarang tidak lebih dari sekadar sampah busuk. Siapa pun yang menyanyikannya, dia adalah manusia busuk yang tidak tahu diri.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikbuku.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikbuku.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikbuku.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikbuku.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikbuku.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikbuku.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klikbuku.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klikbuku.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klikbuku.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klikbuku.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikbuku.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikbuku.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikbuku.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikbuku.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikbuku.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikbuku.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=8&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/baubusuksampahreformasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3818e1f7651f81fc0511a5895d517216?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Smart Publishing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pak Tua, Istirahatlah! Biarkan Yang Muda Yang Memimpin</title>
		<link>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/pak-tua-istirahatlah-biarkan-yang-muda-yang-memimpin/</link>
		<comments>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/pak-tua-istirahatlah-biarkan-yang-muda-yang-memimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 07:14:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Publishing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gelitik Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pemimpin Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada Jawa Barat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikbuku.wordpress.com/?p=4</guid>
		<description><![CDATA[Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menetapkan hasil Pemilihan Kepala Daerah setempat. Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih Jawa Barat. Pasangan ini meraup 7.287.647 suara dari 18.820.665 pemilih atau 40,50 persen suara. Pasangan Agum Gumelar-Nu&#8217;man Abdul Hakim meraih 34,55 persen suara. Sementara pasangan Dani Setiawan dan Iwan R. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=4&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="text1">
<p>Rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menetapkan hasil Pemilihan Kepala Daerah setempat. Pasangan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf (Hade) menjadi gubernur dan wakil gubernur terpilih Jawa Barat. Pasangan ini meraup 7.287.647 suara dari 18.820.665 pemilih atau 40,50 persen suara.<span id="more-4"></span></p>
<p>Pasangan Agum Gumelar-Nu&#8217;man Abdul Hakim meraih 34,55 persen suara. Sementara pasangan Dani Setiawan dan Iwan R. Sulanjana memperoleh 24,95 persen suara. Hasil perhitungan ini tidak jauh berbeda dengan hasil penghitungan dengan metode <em>quick count</em> yang dilakukan Lembaga Survey Indonesia.</p>
<p>Hasil penghitungan suara tersebut disetuji dua saksi dari pasangan Dani Setiawan-Iwan R. Sulanjana dan Ahmad Heryawan-Dede Yusuf. Sedangkan saksi daru saksi dari Agum-nu&#8217;man tidak bersedia menandatangani berita acara hasil rapat pleno tersebut. Jika akan mengajukan keberatan, kubu Agum-Nu&#8217;man punya waktu selambatnya tiga hari setelah rapat pleno kepada Mahkamah Agung. Tingkat partisipasi pemilih masyarakat pada Pilkada Jabar mencapai lebih dari 67,3 persen.</p>
<p>Kemenangan pasangan Hade mengejutkan. Betapa tidak, dua pasangan yang kalah dalam Pilkada didukung partai-partai besar. Tak heran jika berbagai kalangan tak mengunggulkan pasangan yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Amanat Nasional itu. Namun, ternyata pasangan muda ini mampu membalikkan keadaan. Masyarakat Jabar lebih menginginkan lelaki yang biasa disapa Pak Ustad untuk menjadi gubernur. Di Kota Cirebon, misalnya. Kota yang berada di pesisir utara itu sepenuhnya dimenangkan Heryawan.</p>
<p>Kemenangan Heryawan menjadi gubernur tak lepas dari kerja jaringan PKS. Penyampaian visi mereka dilakukan dengan apa yang mereka sebut sebagai teknik <em>direct selling</em>. Kader-kadernya yang terlatih mendatangi rumah-rumah warga dan menyosialisasikan konsep-konsep perubahan untuk masyarakat. Praktek ini ternyata efektif. Heryawan mendulang suara terbesar di Kota Cirebon. Padahal, dalam Pemilu Legislatif 2004, kota ini dikuasai oleh partai pendukung utama Agum Gumelar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.</p>
<p>Kota Cirebon hanyalah salah satu contoh betapa Heryawan mampu merebut pengaruh dari daerah yang sebelumnya sudah dinyatakan sebagai basis partai pendukung kandidat lain. Heryawan hanya orang baru yang sama sekali tidak berasal usul dengan kekuasaan politik masa lalu. Terakhir, ia menjabat Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta. Pria berkacamata ini memang asli putra daerah Sukabumi.</p>
<p>Sukses pasangan Hade juga diyakini ditentukan oleh usia keduanya yang masih relatif muda. Keduanya masing-masing berusia 41 tahun. Jauh lebih muda ketimbang usia dua kandidat lain. Salah seorang pemilih muda bernama Dewi Puji Lestari mengaku memilih pasangan Hade karena pasangan ini masih muda. Mahasiswa berusia 21 tahun sekaligus aktivis dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia menilai idealisme perubahan hanya dapat terwujud di tangan kaum muda. Untuk membuktikannya, mereka harus diberi kesempatan menjadi pemimpin.</p>
<p>Pandangan seperti yang dikemukakan Dewi sudah menjadi umum di kalangan pemuda. Apalagi aktivis-aktivis kampus, khususnya yang berorientasi agama. Mereka memiliki afiliasi secara kultural dengan PKS yang menjadi tulang punggung pasangan Hade. Tak hanya kaum intelektual yang memakai alasan usia untuk memilih. Sofyan, seorang pencukur cukur rambut pun berpikiran yang sama.</p>
<p>Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah PKS Jabar, Taufik Ridlo mengaku ada dua modal dasar yang menentukan kemenangan Hade. Modal pertama adalah soliditas jaringan PKS. Di mata sejumlah pengamat, kenyataan soliditas ini terlihat disaat kampanye. Pendukung pasangan Hade bukan tampak seperti kerumunan, melainkan seperti barisan. Modal berikutnya adalah popularitas Dede Yusuf. Di mata ibu-ibu majelis taklim, sosok Dede cukup menarik perhatian. Melalui jaringan yang terorganisir, modal popularitas ini pun digarap dengan baik.</p>
<p>Ibu-ibu majelis taklim yang berada di Bogor ini adalah contohnya. Secara kultural, apa yang dilakukan mereka dekat dengan ideologi PKS. Pada saat yang sama, mereka begitu menyukai sosok Dede Yusuf. Pendekatan melalui jaringan partai dengan popularitas Dede Yusuf telah menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Di Kota Bogor, pasangan Hade menang telak. Lebih dari separuh pemilih keduanya. Padahal, jika dilihat dari hasil Pemilu 2004, daerah ini dikuasai oleh Partai Golkar yang mengusung kandidat lain.</p>
<p>Sejumlah pengamat melihat fenomena menangnya Hade sebagai sesuatu yang tidak biasa. Sebab, secara teoritis, orang yang sudah dikenallah yang akan dipilih. Berdasarkan kenyataan ini pakar psikologi sosial, Untung Kahar melihat ada perubahan pola pikir di kalangan masyarakat. Hal ini terlihat dari hasil penghitungan suara di Kota Bandung. Hade secara signifikan telah menjungkalkan lawan-lawan politiknya. Padahal, dalam Pemilu 2004, kota ini dimenangi oleh partai-partai besar yang menjadi pendukung lawan-lawan politik Hade. Dengan kemenangan ini, praktis Hade telah menghapus absennya peran pemuda dalam kepemimpinan di dunia politik selama ini.(BEY)</p>
<p>Sumber: http://metrotvnews.com</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikbuku.wordpress.com/4/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikbuku.wordpress.com/4/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikbuku.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikbuku.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikbuku.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikbuku.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klikbuku.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klikbuku.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klikbuku.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klikbuku.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikbuku.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikbuku.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikbuku.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikbuku.wordpress.com/4/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikbuku.wordpress.com/4/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikbuku.wordpress.com/4/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=4&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/pak-tua-istirahatlah-biarkan-yang-muda-yang-memimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3818e1f7651f81fc0511a5895d517216?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Smart Publishing</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penerbit Islam Besar dengan Manajemen Kelas Kampung</title>
		<link>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/penerbit-islam-besar-dengan-manajemen-kelas-kampung/</link>
		<comments>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/penerbit-islam-besar-dengan-manajemen-kelas-kampung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Apr 2008 06:30:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Smart Publishing</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penerbitan Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://klikbuku.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Penerbit Islam muncul seperti jamur di musim hujan, tetapi dalam jangka waktu tertentu pun kebanyakan dari semua penerbit itu berguguran seperti dedaunan di musim gugur. Sedikit penerbit Islam yang bertahan dan kokoh bertengger di puncak supremasi penerbit buku Islam. Jika Anda bertanya, bukankah sekarang sudah banyak penerbit Islam besar dan telah lama berdiri, seperti mizan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=3&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penerbit Islam muncul seperti jamur di musim hujan, tetapi dalam jangka waktu tertentu pun kebanyakan dari semua penerbit itu berguguran seperti dedaunan di musim gugur. Sedikit penerbit Islam yang bertahan dan kokoh bertengger di puncak supremasi penerbit buku Islam.<span id="more-3"></span></p>
<p>Jika Anda bertanya, bukankah sekarang sudah banyak penerbit Islam besar dan telah lama berdiri, seperti mizan, gip, pustaka alkautsar, dan lain sebagainya?</p>
<p>Penerbit-penerbit itu belum lama, mizan usianya baru 25 tahun, waktu yang tidak cukup untuk membuktikan ia akan bisa bertahan sampai seratus tahun. Gema Insani Press pun belum layak dikatakan sebagai penerbit Islam yang bertahan lama, karena usianya pun belum melintasi satu generasi. Demikian pula pustaka al-Kautsar, Qisthi, almahira, Maghfirah, dan lain-lainnya, mereka belum membuktikan diri punya struktur dan kultur manajerial yang bisa membuatnya bertahan selama ratusan tahun seperti kelompok penerbit-penerbit buku dan koran besar di Indonesia.</p>
<p>Apa Visi Para Owner Penerbit Islam itu?</p>
<p>Ini adalah pertanyaan yang layak dipertanyakan oleh para karyawan di penerbit-penerbit Islam. Dalam ucapan dan di atas kertas, visi mereka terkadang mulia. Mereka &#8220;menyanyikan&#8221; lagu dakwah, syiar Islam, tetapi pada tataran konsep manajerial, landasan prinsip pemasaran, dan sistem pengelolaan perusahaan, tidak membuktikan bahwa mereka mempunyai visi semulia itu.</p>
<p>Orang boleh bangga dengan kolaborasi dakwah dengan bisnis, tetapi hal itu memiliki konsekwensi terbalik yang akan mengorbankan salah satu di antara keduanya. Mendahulukan visi bisnis akan menyingkirkan tujuan dakwah, dan mendahulukan tujuan dakwah akan menurunkan keuntungan material. Tidak ada yang bisa menggabungkan kedua tujuan itu secara proporsional, sebagaimana tidak ada orang yang bisa adil saat mempunyai dua orang istri.</p>
<p>Kebanyakan penerbit Islam adalah milik perorangan (perusahaan keluarga), bukan korporat. Manajemennya pun tidak sesistematis sistem manajemen profesional. Tidak ada perencanaan yang teratur; sistem kerja keroyokan; demi mengejar target kualitas dikorbankan; karyawan digaji berdasarkan hitungan waktu, terlambat masuk satu menit pun gajinya dipotong, sementara pekerjaannya ditetapkan berdasarkan target terbitan; menerbitkan buku terjemahan tanpa hak cipta dari penulis asli; menerbitkan buku yang sangat krusial pertanggungjawaban intelektualnya, yang diterjemahkan oleh mahasiswa Islam semester pertama yang sedang kuliah di Kairo; menggaji karyawan sangat rendah, meski omset perusahaan sudah milyaran; tidak ada jenjang karir yang jelas; nepotisme, asal dari keluarga &#8216;owner&#8217;, meski tidak punya kompetensi bisa langsung jadi manajer; sistem pelayanan konsumen yang sangat buruk, yang seharusnya, moralitas Islami sangat bagus untuk mengikat konsumen setia, tetapi hal itu tidak dilakukan oleh penerbit-penerbit Islam; dan masih banyak hal-hal lain yang menjadi &#8220;ciri khas&#8221; buruknya manajemen penerbit buku-buku Islam.  Dengan semua ciri buruk yang krusial itu, patut dipertanyakan, dakwah apa yang diusung penerbit Islam?</p>
<p>Para &#8216;owner&#8217; penerbit Islam layak melakukan introspeksi diri tentang semua hal itu, demi survivenya visi dan misi &#8220;dakwah&#8221; mereka ke depan. Tetapi, kecil kemungkinan mereka membaca tulisan ini, karena mungkin mereka juga malas baca, dan kalau bukan orang terkenal yang menulis, mereka tidak akan memperhatikannya, termasuk tulisan ini, karena yang menulisnya bukan orang terkenal.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/klikbuku.wordpress.com/3/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/klikbuku.wordpress.com/3/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/klikbuku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/klikbuku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/klikbuku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/klikbuku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/klikbuku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/klikbuku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/klikbuku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/klikbuku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/klikbuku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/klikbuku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/klikbuku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/klikbuku.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/klikbuku.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/klikbuku.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=klikbuku.wordpress.com&amp;blog=3530711&amp;post=3&amp;subd=klikbuku&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://klikbuku.wordpress.com/2008/04/23/penerbit-islam-besar-dengan-manajemen-kelas-kampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3818e1f7651f81fc0511a5895d517216?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">Smart Publishing</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
